Senin, 08 September 2014

Obsesi Taman Baca

Sabtu, 6 September 2014 aku mengikuti ACFFest (Anti Corruption Film Festival) di Hotel Kencana Purbalingga. Dari Cilacap bagian Barat aku dan seorang temanku (Akbar Bahaulloh) yang hadir sebagai perwakilan Sanggar Pena Desa.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Managemen System International (MSI) didukung oleh USAID, serta CLC (Cinema Lovers Community) Purbalingga sebagai motor/panitia lokal. Dalam acara tersebut diputarkan beberapa film karya pelajar SMA Purbalingga berupa film pendek yang bertema anti korupsi dan nilai-nilai kejujuran. Di antaranya "Langka Receh", "Penghulu", "Boncengan", dan lain-lain (maaf, aku gak nyatet, jadi gak bisa nyebutin secara lengkap apalagi sama pembuatnya).

Nah, dalam acara tersebut juga ada sesi workshop Video Jurnalistik yang diisi oleh Dewi Laila Sari dari NETtv dan German G. Mintapraja, M.Sn satu-satunya kontributor untuk CNN dari Indonesia. Masing-masing pembicara menceritakan pengalamannya di dunia jurnalistik hingga memiliki prestasi yang luar biasa. Mereka juga memresentasikan tentang bagaimana menjadi seorang jurnalis warga baik dari segi teknis, etika dan norma yang harus dijaga. Salah satu kata kunci yang menarik buatku adalah "jujur". Ya, menjadi jurnalis haruslah jujur meskipun sekedar jurnalis warga.

Sepulang dari acara tersebut, aku jadi punya impian ingin membuat sebuah taman bacaan untuk anak-anak maupun warga desa. Tujuannya tentu saja untuk menumbuhkan minat baca warga sejak kecil. Impian ini tak lepas dari oleh-oleh yang diberikan ketua AJI Purwokerto, Aris Andrianto berupa setumpuk majalah TEMPO. Akh, semoga bermanfaat dan suatu ketika aku dapat mewujudkan impianku. Amiin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....