Rabu, 24 September 2014

Halusinasi Kelas

Mungkin telah lebih dari satu semester (bahkan setahun) yang lalu, seorang kawan yang telah menjadi guru di suatu sekolah menawariku untuk bergabung ke institusinya. 

Ah lama benar tulisan ini mengendap di draft. Intinya adalah ketika aku ditawari untuk masuk ke sekolah, aku seolah telah berada di sana. Seolah aku sedang berada di dalam kelas. Dan seolah aku sedang berbicara di sana. Seolah pula aku sedang mengatakan sesuatu yang sedang kupikirkan.

Ini benar-benar menggangguku. Apalagi setelah menunggu sekian lama ternyata nasib lamaran yang kukirimkan sama sekali tidak ada kejelasan. Apakah diterima atau ditolak. Itulah mengapa aku justru merasa senang ketika mendapat kabar dari TU SMP N 3 bahwa aku tidak dapat diterima di sana karena sudah ada yang lebih dulu masuk dan lolos seleksi.

Memangnya kamu mau didiemin ketika kamu nembak cewek/cowok?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....