Sabtu, 10 April 2010

pantai teluk penyu Cilacap

Malam ini mungkin menjadi malam yang menyenangkan dan sekaligus melelahkan. bagaimana tidak, aku diajak oleh bosku jalan-jalan, atau lebih tepatnya menemaninya menemui seseorang, agar pulangnya ia tak sendirian. awalnya bosku menelpon temannya yang orang Cilacap. Tapi ternyata Mas Heri Purnama sedang berada di Sidareja. Jadi mas Heri Mampir terlebih dahulu ke kios kami yang ternyata mas Heri bersama temannya. Kami berempat akhirnya ke Cilacap bersama-sama..

Sebenarnya ini bukanlah pengalaman yang menakjubkan. Bukanlah pengalaman yang luar biasa. Tapi satu hal yang ingin aku sampaikan di sini adalah bahwa aku adalah orang Cilacap. Namun baru sekali ini aku datang ke teluk Penyu. Itupun atas ajakan dari seorang bos yang agar pulangnya tak sendirian di atas motor. Ya lumayan, dapat makan gratis udang, dan ikan bakar.

Aku mbonceng pak Naseh, dan mas Heri Purnama memboncengkan temannya. Saat di perjalanan  pak Naseh/bosku melaju kencang. seringkali kami justru melintas jalan yang kurang baik, jalannya (dalam bahasa jawanya) pating njlegudag. Kami sering dikejutkan oleh karenanya. Tujuannnya adalah bertemu dengan pak Firman, seorang yang bekerja sebagai penjual atau reseller komputer. Mas Heri adalah seorang pengusaha komputer, sudah memiliki kios sendiri di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 109 Cilacap. CV. Purnama Komputer.

Sampai di kios mas Heri Ternyata teman ms Heri yang belum kuketahui namanya itu hanya mengambil motornya yang sebelumnya telah dititipkan di kiosnya mas Heri. Kemudian kami melanjutkan perjalanan, kali ini kami hanya bertiga tanpa teman mas Heri yang belum kuketahui namanya. Menuju ke sebuah hotel, sebenarnya bukan hotelnya tapi depan hotalnya. Karena pada saat sampai kami tak masuk, melainkan menungu pak Firman keluar dari hotel setelah dihubungi.

Sejauh ini aku masih merasa pembaca masih bingung, kuharap aku salah.
Di pantai Teluk Penyu, aku hanya menjadi pendengar setia. Mereka para bos berbicara ke sana-ke mari. Berbicara mengenai perangkat komputer, sebagian software dan hardware. Sayangnya saat acara makan-makan aku masih menyembunyikan kamera hapeku. Batere ponsel yang tidak awet sedikit memaksaku berhemat dalam pemakaiannya. aku tak sempat mengambil gambar saat acara makan-makan. Barulah setelah acara makan-makan selesai aku mengeluarkan hapeku. Cukup disayangkan. tapi aku masih sempat mengambil gambar acara setelah itu yaitu gambar berikut.


 Saat hampir sampai dengan lokasi yang dituju sebenarnya sudah ketahuan kalau ban motor kami bocor. Namun kami mencari tukang tambal ban setelah acara tersebut. Setelah ke sana-ke mari mencari tukang tambal ban, akhirnya kami menemukannya juga yang masih buka pada pukul 22:00-an WICilacap. Tak lupa aku menyebutkan saat di warung IkanBakar70 kami disambut oleh seorang Waitress cantik berkacamata, yang wajahnya mengingatkanku pada mba Ika, customerku sewaktu aku di alfamartkampusunsoedpurwokerto.

Ditemani oleh gerimis pada malam hari, pak Naseh dan aku menempuh perjalanan yang kembali pating njlegudag. Coba banyangkan, mengendarai motor melalui jalan yang banyak lubangnya dengan kecepatan cukup tinggi.

Demikianlah sekelumit pengalaman yang akhirnya berhasil aku curahkan di atas kertas yang tak dapat disobek ini. Bagi Anda mungkin ini hanyalah hal biasa. Namun bagi saya dapat mencurahkan apa yang kita inginkan adalah hal yang luar biasa. Mood itu diciptakan bukan dicari, tapi dalam hal ini aku menemukan mood seperti apa yang kau harapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....