Jumat, 07 Agustus 2009

aku bukan seniman, nyatanya


Rabu, 05 Agustus 2009, pada pukul 06:49


Seseorang disampingku, aku mungkin pernah seperti itu. Hal itu sangat menyebalkan sekali. Apa obatnya sebenarnya? Masih belum terjawab. Satu hal yang lain adalah aku bosan terhadap sesuatu. Aku ingin meninggalkannya. Bukan aku yang memutarnya. Ya, sebuah lagu yang sudah amat jadul. Bolehlah kalau hanya sekali-kali, tapi ini sudah berkali-kali, dan aku sudah bosan. Okelah aku mengalah, tapi jangan mendiskriminasikanku. Aku adalah orang yang susah untuk menerima orang lain. Susah untuk membiarkan orang lain melakukan sesuatu yang tidak kusukai. Dan jangan memaksaku. Aku tidak suka itu. Sama sekali. Sekali lagi jangan memaksaku.

Untuk kesekian kalinya aku menggunakan kata 'kata' untuk mengungkapkan sesuatu yang tak dapat kuungkapkan. Aku tidak suka dengan sesuatu. Dan sesuatu itu selalu mengikutiku, selalu menggangguku, aku jadi bosan dan terganggu. Aku ingin pergi, tapi ke mana? Saat aku libur, aku ingin berlibur menikmati liburanku. Tapi sejauh ini aku tak, dan jarang sekali aku pergi ke luar untuk sekadar menikmati liburan. Itu membuatku bertambah bosan, jenuh dan makin jemu. Aku sama sekali belum menjelaskan kejemuanku-kebosananku secara spesifik. Aku seperti tak pernah bisa. Ada sedikit rasa berat yang kualami. Berat rasanya menjelaskannya, meskipun hal ini adalah hak asasi dan merupakan sesuatu yang boleh. Boleh kukatakan, boleh kupaparkan, dan boleh kucemoohkan semauku.

Sebenarnya bukan aku takut orang yang kumaksud membacanya. Tapi lebih pada karena aku tak dapat menjelaskannya. Aku bukanlah pemapar yang ulung. Aku juga bukan seniman, bukan sastrawan, dan bukan budayawan. Tapi aku adalah penikmat semuanya. Aku senang mendengarkan musik, aku senang membaca sastra, aku senang menikmati pertunjukan [bila aku berkesempatan]. Namun sejauh ini aku tak bisa bermain musik, aku juga tak bisa menulis sastra, apalagi membuat suatu pertunjukan –apapun itu.

Tak ada lagi yang bisa kujelaskan, aku kehabisan waktu, aku kehabisan kata-kata. Sudahlah, lagi-lagi aku bosan dengan kebosananku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....