Senin, 06 Juli 2009

ketika kubosan


Sunday, July 05, 2009, 05:31:41 AM

entahlah, berbagai nama terselip dalam setiap langkahku, setiap pandanganku yang tak pernah lepas dari puluhan nama yang tertangkap oleh mataku. atau setiap yang tak kutahu namanya sejauh itu menggairahkanku. adalah gairah kehidupan yang semakin nyata yang kurasakan dalam setiap helai nafas gratis yang kudapatkan setiap saat. dan bersyukur adalah kuncinya.

tentang cerita slamet, atau setidaknya yang diceritakan oleh slamet, adalah sebagian harapan yang ingin kulakukan demi mencapai apa yang disebut kebahagiaan. aku hampir tak bisa membayangkan bagaimana aku mengajak evi keluar untuk berjalan-jalan dengan tanpa kendaraan yang modern, sejauh ini aku hanya bisa mengendarai sepeda ontel saja. meminta izin pada orang tuanya, tentunya diizinkan asalkan dengan tujuan yang benar dan ucapan yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang mendengarnya. sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah evi akan terima atau tidak jika aku mengajaknya keluar hanya dengan bersepeda di atas sepedanya masing-masing. aku bahkan sempat tertawa membayangkannya, betapa lucunya; di tahun 2009 ini masih ada kencan dengan sepeda. dengan sepeda masing-masing berjalan beriringan sambil bersenda gurau; saling bertanya dan berjawab; saling mengungkapkan isi hatinya. koko sempat yah? sekali lagi aku hanya ingin tertawa.


tentang beberapa nama yang terselip dalam benakku, sebagian hanya sebagai bumbu-bumbu kehidupan yang kadang malah tambah membosankan. tetapi terkadang juga benar-benar mengobati rasa yang kurang sehat atau sering disebut sakit. nama-nama itu di antaranya adalah antara : lusi, susi, sulis, mungkin yang terakhir yang benar; nunung; ria [teman se-SMA-ku]; dan beberapa yang anonim yang merupakan hanya sekedar bumbu-bumbu kehidupan yang nyata.

tentang apa yang ingin kulakukan akhir-akhir ini, juga tentang apa yang kuinginkan dalam waktu dekat ini. selama ini aku online facebook, chatting, dan beberapa aktifitas browsing lainnya adalah menggunakan ponsel teman sekerjaku. kadang terpikir olehku kalau aku terlalu sering meminjam ponsel orang apalagi untuk aktifitas itu rasa 'rakepenak' kadang muncul; tapi sesering itu aku kadang tak peduli dengan semua perasaan itu. aku sendiri merasa telah lama perasaanku mati; telah sejak lama masa kecilku. aku bahkan tak merasakan apa-apa; apapun tak kurasakan. aku beruntung punya teman yang selalu membimbingku, memberiku jalan keluar dari masalahku yang bahkan seringkali aku sama sekali tak mengerti bagaimana harusnya aku.

tentang adik-adikku yang ingin ini dan ingin itu, aku baru bisa merealisasikan satu janjiku. televisi yang sekarang sedang ditonton oleh adik-adikku dan orang tuaku tentunya; itulah. terakhir adikku minta dibelikan sepeda, aku belum bisa. aku mungkin terlalu egois, aku ingin merealisasikan keinginanku terlebih dahulu. aku ingin tak lagi pinjam-pinjam ke temen-temenku. mungkin terlalu ambisius aku ini. tapi apa yang bisa kuperbuat? kalau ingin hidup aku terpaksa berhutang bulan ini dan bulan mendatang aku harus membayarnya, hal ini membuat porsiku berkurang untuk bulan depan. sebagian gajiku hanya untuk membayar hutang bulan kemarin. dan bulan ini porsiku untuk 'hura-hura' berkurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....