Selasa, 17 Februari 2009

Memori Malam Minggu (M3)

Pada saat malam hari raya qurban aku, Sem, N Komet kira-kira jam 19.00-lah aku bersepeda/pit-pitan ke Kedungreja. Aku juga udah ada rencana mau kerumah seorang gadis cuantik, manis, N ya…pokoknya gitudeh. Setelah sampai tapi aku bingung mana jalan yang menuju rumah dia. Tapi akhirnya rumah itu aku temukan dalam keadaan sepi N agak gelap. Tapi aku masih penasaran betul apa ga rumah dia. Ma’lum udah lama ga kesana soalnya aku tau juga udah lama waktu aku habis ujian di SMP. Terus aku balik lagi ke Sem N Komet. Aku bilang rumahnya udah ketemu N sepi, tapi ramenya di belakang. Terus Komet bilang
“Ya wis, ayuh parani bae. Wonge ana ikih mbok?”
Terus aku njawab, “Ya ana”.
Kami pun mulai beraksi menyerbu rumah dia. Dan Komet telah siap memimpin barisan kami untuk masuk ke rumah dia. Kemudian Komet mengeluarkan jurus tiga ketuk pintu N mantra salam (Assalamu’alaikum) yang dilakukan Komet setelah bunyi jam dinding dari dalam rumah. Mantra salam Komet sangat manjur, terbukti baru beberapa detik Komet membacanya langsung di-jawab N pintunya terbuka lebar. Tak ayal dia terkejut ketika melihat Sem N Komet, dia sama sekali tak mengira mereka akan datang malam itu. Basa-basi Komet bertanya,
“Ora ngganggu mbok?”
“ya ora,”
jawabnya, “ ngerti kang endi umahku neng kene?”
“Kan ana petane neng njaba,” jawab Sem dengan kaki seribu yang pernah diceritakan Sem, dia melangkah keluar mencariku yang lagi ngumpet di bawah tanaman bunga.
“Agi ngapa koh?”
“Agi umpetan, kawenangan koh, asem”.
Sejurus kemudian dia mengulurkan tangannya nan halus; mengajakku berjabat tangan. Dengan hati berbunga-bunga kujabat tangannya dengan erat, sembari kuucap beribu-ribu kata maaf. Kuiringi langkahnya masuk ke rumahnya. Singkat cerita, banyak hal yang kami bicarakan selain asmara. Setslah beberapa menit, kami dijamu dengan makanan favorit Komet. Maka tak heran makanan itupun disantap hais oleh Komet dengan lahapnya. Kira-kira jam 21.30-an kami berpamitan untuk pulang karena sudah larut malam, di sisi lain kami telah melanggar Undang-Undang perapelan, yaitu batas waktu jam 21.00.

By TUKIMIN (2Q-)
Sidareja, 30-12-‘06
Sesaat setelah perapelan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Monggo....dipun komentari.....